198 West 21th Street, Suite 721 New York NY 10016
youremail@email.com
+ 1235 2355 98

Begini Syarat Sukses Ajarkan Baca Alquran Pakai Metode Tajdied

MIMSATUPROB.SCH.ID-Sebanyak 50 guru MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo mengikuti Diklat Pembelajaran Metode Tajdied di madrasah, Ahad-Selasa (29-31/12/2019).

Hadir sebagai pemateri Ustadz Misbahul Munir dan Lukman Syah dari Tajdied Center. Diklat dimulai pukul 08.00 dengan lesehan.

Ustadz Misbahul Munir menyampaikan, mengajar Alquran merupakan kewajiban bagi setiap muslim seperti disebutkan dalam surat Ad Dukhan : 58. ”Sesungguhnya kami memudahkan Alquran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.”

Menurut dia, ada lima hal yang perlu diperhatikan agar mendapatkan kesuksesan dalam menggunakan metode Tajdied.

”Pertama, guru memiliki standar pengetahuan dan keahlian dalam mengajar metode Tajdied. Standar itu fasih membaca Alquran, mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus, memiliki kemampuan dan kreativitas dalam mengelola kelas dan berakhlakul karimah,” katanya.

Kedua, konsisten dalam menggunakan Metode Tajdied. Ketiga, suasana dan lingkungan yang mendukung dalam proses pembelajaran. Seperti pengelompokan santri berdasarkan level kemampuan, setiap 20 santri diajar satu guru.

Keempat, tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran. Misalnya, alat pembelajaran, buku paket Tajdied dan Alquran Rasmi Utsmani. Kelima, motivasi yang tinggi bagi guru dan santri dalam proses belajar mengajar.

Ustadz Lukman Syah menambahkan, dalam melaksanakan pembelajaran Alquran dengan menggunakan metode Tajdied ada dua gaya belajar yang harus dilakukan. Pertama, auditori yaitu dengan menggunakan kekuatan pendengaran. Seorang ustadz/ustadzah dituntut untuk melafalkan kelompok kata kunci dengan tepat, benar dan fasih. Karena siswa akan menirukan persis apa yang disampaikan oleh para ustadz/ustadzahnya.

Kedua, sambung dia, menggunakan visual. ”Yaitu kekuatan penglihatan. Seorang ustad/ustadzah memperlihatkan kata kunci yang terdapat dalam buku Tilawah. Lalu siswa diminta untuk mengucapkannya dengan menggunakan tepukan,”paparnya.

Metode Tajdied mengenalkan membaca huruf Hijaiyah yang dibentuk menjadi kosa kata bahasa Indonesia. Kemudian dirangkai menjadi kalimat bercerita yang mudah diingat dan dihafal. Tiap level dikemas dalam 5 kalimat sederhana sebagai kata kuci. Contoh seperti ini

Saya bawa lidi ini hanya untuk buru kutu

Sudah jadi hama Qota yang sembunyi di Shofa Jaza

Saya bawa lidi ini untuk buru kutu hama Qota

Buru kutu hama Qota yang bersembunyi di Shofa Jaza (*)

Penulis Hanafi