mimsatuprob@gmail.com 0335-427824

MIM 1 Kota Probolinggo Bangun Gedung Lagi Senilai Rp 4,7 M

18 March 2020ByAdmin

MIM 1 Kota Probolinggo membangun gedung  baru lantai tiga senilai Rp 4,7 miliar. Acara pembangunan fondasi diadakan di lokasi tanah seluas 580 meter persegi, Sabtu (14/3/2020).

Hadir dalam acara ini pimpinan persyarikatan Muhammadiyah mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Majelis Dikdasmen, Pengurus Paguyuban, Komite Sekolah, ketua RT dan RW, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).

Pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo ditandai dengan pemasangan batu fondasi  oleh Ketua PDM Kota Probolinggo Drs Masfu’MSi.

Kepala MIM 1 Kota probolinggo Hanafi menyampaikan, lahan untuk gedung baru dibeli seharga Rp 1,9 miliar. Pembangunan gedung direncanakan dua tahun sehingga pada tahun 2021 sudah selesai.

”Pembangunan ini memenuhi kebutuhan jumlah siswa yang tiap tahun naik,” ujar Hanafi. ”Tahun ini kita menerima murid baru sebanyak 168 anak terdiri enam kelas. Total jumlah murid sebanyak 874 anak,” ujarnya.  

Dia merinci, peruntukan gedung baru ini lantai I untuk tambahan kelas sebanyak lima ruang kelas. Nilainya Rp 1,975 miliar. Ditargetnya lantai I selesai Juni 2020 untuk kebutuhan kelas tahun ajaran 2020-2021.

Lantai II untuk masjid senilai Rp 1,6 miliar dan lantai III untuk aula olahraga senilai Rp 1,2 miliar ditargetkan rampung tahun 2021.

”Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah swt karena lembaga kita tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dari tahun ke tahun, terbukti dari antusiasnya masyarakat yang mendaftarkan putra-putrinya ke madrasah ini,sehingga inilah yang melatar belakangi untuk membangun gedung baru, mengingat ruang kelas yang dimiliki sudah tidak bisa menampung calon siswa baru secara keseluruhan,” kata Hanafi.

Yakin Pertolongan Allah

Ketua PDM Masfu’ menyampaikan, memang di Muhammadiyah ini harus punya keberanian untuk melangkah, sebab untuk membangun di persyarikatan ini tidak menunggu dananya siap, karena dananya ada di kantong-kantong warga Muhammadiyah dan kaum muslimin secara keseluruhan. ”Beda dengan pembangunan-pembangunan yang dibiayai pemerintah yang dananya sudah tersedia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, empat gedung MI Muhammadiyah ini merupakan hasil dari keberanian yang dibarengi dengan perhitungan yang matang, sehingga bisa bekerja sama dengan perbankkan. ”Kalau tidak demikian pembangunan yang dibutuhkan tidak cepat terealisasi, ya nekat tetapi nekatnya itu sumbut. Inilah seninya di persyarikatan Muhammadiyah,” tuturnya.

Menurut dia, kita harus percaya firman Allah surat Muhammad ayat 7. Artinya, wahai orang-orang yang beriman jika kamu menolong  Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

”Inilah yang menjadikan spirit, karena membangun madrasah ini untuk mengajarkan pendidikan yang berbasis keislaman,dimana kurikulumnya 100 persen  berbasis keislaman dan 100 persen berbasis ilmu pengetahuan,sehingga belajar di MI ini ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan akan tercover,” katanya. (*)

Penulis  Hanafi