Pagelaran Seni Tari Tradisional Kelas 5, Lestarikan Budaya Nusantara Sejak Dini
Probolinggo, 28 Januari 2026 — MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo sukses menggelar Pagelaran Seni Tari Tradisional yang menampilkan kreativitas dan bakat siswa kelas 5 dalam membawakan beragam tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran budaya sekaligus upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara sejak usia dini.
Beragam tarian tradisional ditampilkan dengan penuh semangat dan percaya diri oleh para siswa. Mulai dari tarian yang lembut hingga tarian yang energik, seluruh penampilan berhasil memukau para orang tua, guru, dan tamu yang hadir. Setiap gerakan tari menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam dan bernilai luhur.

| Tampilan peserta tari yang totalitas |
Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, kegiatan ini juga semakin meriah dengan hadirnya bazaar paguyuban kelas 1–6. Masing-masing paguyuban membuka stand yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman dengan harga serba Rp10.000. Konsep ini dihadirkan agar anak-anak dapat belajar membeli jajanan secara mandiri, hemat, dan tertib.
Ketua Paguyuban menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat bangga dan senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan pagelaran seni ini. Selain mendukung bakat anak-anak, bazaar ini juga menjadi ajang kebersamaan antar paguyuban kelas 1 sampai 6,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo, Ustadz Nur Holis Abadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan karakter dan pelestarian budaya.
“Pagelaran seni tari tradisional ini bukan hanya sekadar penampilan, tetapi juga proses pembelajaran. Anak-anak belajar mencintai budaya Indonesia, tampil percaya diri, serta belajar bersosialisasi melalui kegiatan bazaar,” tuturnya.
Salah satu siswa kelas 5 yang menjadi peserta tari tradisional juga mengungkapkan rasa bangganya.
“Saya senang sekali bisa menampilkan tari tradisional di depan banyak orang. Awalnya gugup, tapi setelah tampil rasanya bangga karena bisa ikut melestarikan budaya Indonesia bersama teman-teman,” ujar salah satu siswa peserta tari dengan penuh antusias.

| Gambar antusiasme warga MI Muhammadiyah 1 untuk menyaksikan pagelaran tari |
Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo berharap siswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter percaya diri, cinta budaya, dan mampu bekerja sama. Pagelaran seni dan bazaar paguyuban ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.
Daftar Pemenang Pagelaran Seni Tari Tradisional Kelas 5
Pagelaran seni tari tradisional kelas 5 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga dilengkapi dengan penilaian untuk memberikan apresiasi kepada penampilan terbaik. Berikut daftar pemenang yang berhasil meraih juara:
Pemenang Juara Kelompok Tari Laki-Laki
Juara 1: Tari Lundoyo (Kelas 5 Ibnu Kholdun)
Juara 2: Tari Bapang (Kelas 5 Ibnu Hayyan)
Juara 3: Tari Rampak (Kelas 5 Ibnu Haitsam)
Harapan 1: Tari Gegala (Kelas 5 Ibnu Hayyan)
Harapan 2: Tari Rampak (Kelas 5 Batutah)
Harapan 3: Tari Duk Krincing (Kelas 5 Ibnu Kholdun)
Pemenang Juara Kelompok Tari Perempuan
Juara 1: Tari Angguk Angglang (Kelas 5 Al Farabi)
Juara 2: Tari Ombyak Trimurti (Kelas 5 Ibnu Kholdun)
Juara 3: Tari Egol Kenes (Kelas 5 Haitsam)
Harapan 1: Tari Zapin (Kelas 5 Haitsam)
Harapan 2: Tari Manuk Dadali (Kelas 5 Firnas)
Harapan 3: Tari Nyikem (Kelas 5 Batutah)
Pengumuman pemenang ini disambut dengan penuh antusias oleh seluruh peserta. Setiap kelompok telah memberikan penampilan terbaiknya, sehingga seluruh peserta pada hakikatnya adalah juara. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memotivasi siswa untuk terus mencintai, mempelajari, dan melestarikan seni budaya Indonesia.
