Siswa Kelas 3 MIMSapro Belajar Mengenal Budaya Indonesia Melalui Outing Class.
KOTA PROBOLINGGO – Belajar tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Dengan pengalaman langsung, siswa dapat mengenal budaya Indonesia sekaligus mengembangkan kreativitas mereka. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan outing class membatik siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo (MIMSapro) pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Alun-Alun Kota Probolinggo.
Mengusung tema “Berkarya dengan Batik”, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Tidak hanya belajar tentang batik melalui penjelasan, siswa juga diajak untuk mencoba secara langsung proses berkarya dengan motif batik.

|Para siswa belajar memegang alat membatik yakni canting|
Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka belajar mengenali motif, memahami proses pembuatan batik, serta menuangkan ide dan imajinasi ke dalam karya. Pengalaman ini memberikan suasana belajar yang berbeda, menyenangkan, dan tentunya berkesan.
Melalui kegiatan membatik, siswa juga belajar bahwa membuat sebuah karya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Setiap motif yang dihasilkan memiliki keunikan tersendiri, sebagaimana setiap siswa mempunyai ide dan imajinasi yang berbeda.
Belajar Budaya dengan Cara yang Menyenangkan
Kegiatan outing class ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan siswa tentang batik, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sejak dini. Dengan mengenal batik secara langsung, siswa diharapkan dapat memahami bahwa budaya Indonesia merupakan kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan.

| Proses mewarnai hasil cantingan dengan cat warna kesukaan anak-anak |
Selain itu, pembelajaran di luar kelas memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata. Mereka dapat mengamati, mencoba, bertanya, dan berkreasi secara langsung sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna.
Suasana Alun-Alun Kota Probolinggo juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. Mereka dapat belajar bersama teman-teman sambil menikmati kegiatan yang menggabungkan unsur seni, budaya, dan kreativitas.
Boemi dan Yara Berbagi Pengalaman Membatik
Keseruan kegiatan ini juga dirasakan oleh Boemi dan Yara, siswa kelas 3 yang mengikuti kegiatan membatik dengan penuh antusias.
Saat ditanya mengenai pengalaman mengikuti kegiatan tersebut, Boemi mengungkapkan bahwa "kegiatan membatik menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Aku dapat mengenal batik lebih dekat sekaligus mencoba membuat karya sendiri."
Sementara itu, Yara merasa senang karena dapat belajar sambil berkreasi bersama teman-temannya. Menurutnya, kegiatan membatik memberikan pengalaman baru yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari di kelas.
Pengalaman Boemi dan Yara menunjukkan bahwa pembelajaran melalui praktik langsung dapat memberikan kesan mendalam bagi siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan menghargai hasil karya sendiri maupun orang lain.
